Jumat, 18 November 2011

Bahaya zat Kimia pada Kosmetik

PENDAHULUAN

Pembahasan makalah ini mengenai zat berbahaya yang terkandung pada kosmetik. Bermacam-macam jenis kosmetik yang berada di pasaran bermunculan dengan harga-harga yang beragam, membuat produsen kosmetik bersaing menciptakan produk unggulan. Tetapi tanpa sadar para produsen kosmetik tersebut seringkali menyalahgunakan zat kimia berbahaya yang dicampurkan kedalam produk kosmetik mereka yang akhirnya merugikan kesehatan konsumen.

1. Mengenali Bahaya Kosmetik
Dalam keseharian pun anda menggunakan kosmetik perawatan seperti susu pembersih, penyegar, hand & body lotion, krim siang, krim malam dan krim mata. Fungsi dari kosmetik perawatan adalah mengangkat kotoran yang mencemari kulit, mempertahankan komposisi cairan kulit, melindungi kulit dari paparan sinar ultra violet, memperlambat timbulnya kerutan dan melembutkan kulit yang kasar. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua kosmetik itu aman dan bisa melindungi kulit.
Ternyata ada kosmetik yang mengandung pewarna merah K10 (rhodamin B), yang merupakan zat warna sintetis yang biasa digunakan untuk pewarna kertas, tekstil atau tinta. Zat tersebut dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati (liver). Tahun 2006 lalu, pemerintah sudah mengeluarkan peringatan agar produk kosmetik yang mengandung Rhodamin B itu, tidak dipasarkan lagi. Agar terhindar dari kerusakan kulit, sebaiknya anda perhatikan beberapa hal sebelum membeli dan menggunakan kosmetik, simak berikut ini.
Sebelum membeli kosmetik, kenali jenis kulit anda terlebih dahulu. Kenali jenis kulit anda dan jangan mudah percaya dengan saran yang diberikan oleh pramuniaga di counter kosmetika. Setelah anda mengetahui jenis kulit wajah maka akan lebih mudah memilih kosmetik yang baik untuk wajah anda. Ketahui kandungan bahan kosmetik. Sebagai konsumen, sebaiknya anda mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam kosmetik pilihan anda. Dengan mengetahui bahan-bahan tersebut, minimal anda bisa terhindar dari kerusakan kulit. Jangan terlalu sering mengganti merk kosmetik. Sebaiknya jangan terlalu sering berganti-ganti merk kosmetik terutama kosmetik dekoratif. Selain boros, akan berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
Ciri-ciri kosmetik yang sudah kadaluwarsa yaitu warnanya berubah (keruh) atau lebih muda, baunya lebih menyengat dan berjamur. Biasanya akan timbul bintik-bintik putih di permukaan perona mata atau perona pipi. Apabila masih juga digunakan, maka kesehatan kulit akan terganggu. Perona mata yang sudah kadaluwarsa, biasanya akan menyebabkan iritasi pada mata. Sedangkan perona pipi yang sudah kadaluwarsa akan mengakibatkan pipi terasa panas dan gatal. Jadi kalau ingin kesehatan kulit wajah terjaga, anda harus memilih kosmetik yang tepat.
Banyak wanita yang menginginkan dan mendambakan tubuhnya putih mulus, wajah cantik dengan kelopak mata dan bibirnya yang berwarna-warni, rambutnya indah terurai serta tubuhnya harum semerbak seperti bunga-bunga yang wangi. Sehingga, segala cara dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang didambakannya tanpa memperhatikan dan memikirkan keamanan penggunaan produk kosmetik tersebut.
Akhir-akhir ini penggunaan kosmetik yang dapat memberikan efek putih dan mengkilat sangat digemari. Bahan-bahan yang dapat memberikan efek tersebut ada yang alami dan ada pula yang sintetis. Contoh bahan yang alami adalah guanine yang diperoleh dari sisik ikan laut, merupakan kristal yang transparan, reflektif dan mengkilat seperti mutiara. Karena guanin sulit didapat maka digunakan pigmen sintetis seperti Bismut oksi klorida (BiOCl), Titanium dioksida (TiO2) dan serbuk logam (mika, alumunium, bronze). Bahan-bahan tersebut biasanya terdapat dalam kosmetika seperti pada bedak, rouge, eye shadow dan cat kuku.
Meskipun penggunaan bahan-bahan di atas dalam industri dengan jumlah yang sekecil mungkin (tidak lebih dari 10%), tapi pemakaiannya sering akan mengkibatkan toksik pada kulit. Karena bahan-bahan di atas, baik itu yang alami maupun sintetik, keduanya mempunyai sifat yang tidak dapat larut dalam air (non polar). Sehingga bahan-bahan tersebut akan tetap menempel pada kulit dan penggunaan yang sesering mungkin akan mengakibatkan bahan tersebut terus menumpuk dikulit. Kita semua tidak akan sadar begitu banyak bahan-bahan berbahaya dan logam-logam berat yang menempel pada kulit kita ,sehingga mengakibatkan iritasi pada kulit. Maka, tak heran akhir-akhir ini juga banyak penderita kanker kulit.

2. Zat Berbahaya pada Kosmetik
Banyak bahan kimia yang terdapat dalam kosmetik dan membahayakan. Tanpa disadari telah menyababkan gangguan kesehatan pada tubuh. Berikut bahan-bahan yang sering digunakan para produsen dalam membuat kosmetik.
a.      Merkuri
Zat Merkuri (raksa) banyak ditemukan di produk kecantikan yang fungsinya memutihkan kulit. Kendati hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, lalu memasuki sistem saraf tubuh menyebabkan gejala keracunan. Banyak juga ditemui pada produk seperti mascaras. Penggunaan bahan ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Merkuri (Hg) / Air Raksa, termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecilpun dapat bersifat racun.
Pemakaian Merkuri dapat menimbulkan berbagai hal, antara lain perubahan pada warna kulit, yang kemudian bisa mengakibatkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanent pada susunan syaraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), gangguan emosi, otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin. Bahkan paparan dalam jangka pendek dengan dosis tinggi dapat mengakibatkan muntah-muntah, diare dan kerusakan ginjal serta merupakan zat karsinogenik (menyebabkan kanker) pada manusia.
b.      Petroleum Distillates
Bahasa lainnya parafin cair adalah produk yang berasal dari destilasi minyak bumi. Banyak digunakan dalam banyak kosmetik seperti mascaras, bubuk bau kaki, dll. Sifatnya carcinogen bagi tubuh manusia.
c.       Propylene Glycol
Ditemukan pada beberapa produk kecantikan, kosmetik kulit dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Studi terakhir juga menunjukan bahwa zat ini dapat merusak ginjal dan hati.
d.      Isopropyl Alcohol
Alkohol digunakan sebagai pelarut pada beberapa produk perawatan kulit. Zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak lapisan asam kulit sehingga bakteri dapat tumbuh dengan subur. Disamping itu, alkohol juga dapat menyebabkan penuaan dini.
e.       Kationik Surfaktan
Kationik Surfaktan adalah bahan kimia yang digunakan dalam Conditioner rambut atau pelunak yang memiliki muatan listrik positif. Ketika digunakan secara teratur, Kationik Surfaktan dapat merusak rambut dan membuat mereka kering dan rapuh. Berharap mendapatkan rambut indah, rambut akan menjadi rusak apabila terlalu sering digunakan.
f.       Coal Tar
Coal Tar (tar batubara) merupakan bahan kimia berbahaya lainnya yang umum digunakan di banyak-ketombe dan krim anti anti-gatal. Ditemukan bahwa bahan kimia ini bersifat carcinogenic ketika masuk di bawah kulit.
g.      Formaldehida
Formaldehida adalah salah satu bahan kimia berbahaya lain yang umum digunakan dalam sabun mandi bayi, poles kuku, perekat dan pewarna rambut bulu mata.Jika terus digunakan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti keracunan sistem kekebalan tubuh, iritasi pernafasan dan bahkan kanker.
h.      Aluminium
Aluminium sering digunakan pada produk penghilang bau badan. Aluminium diduga berhubungan dengan penyakit pikun atau Alzheimer’s.
i.        Hidroquinon
Hidroquinon, pada kosmetik penggunaannya hanya dapat dilakukan atas pengawasan dokter. Senyawa yang merupakan obat keras ini mampu mengelupas kulit bagian luar dan menghambat pembentukan melanin yang membuat kulit tampak hitam. Namun, penggunaan lebih 2% dapat menyebabkan oochronosis (kulit berbintil seperti pasir dan berwarna coklat kebiruan yang menimbulkan sensasi gatal dan terbakar) terhadap orang berkulit gelap.
  1. Minyak Mineral
Minyak mineral dibuat dari turunan minyak bumi dan sering digunakan sebagai bahan dasar membuat krim tubuh dan kosmetik. Baby oil dibuat dengan 100% minyak mineral. Minyak ini akan melapisi kulit seperti mantel sehingga pengeluaran toksin dari kulit menjadi terganggu. Hal ini akan menyebabkan terjadinya jerawat dan keluhan kulit lainnya.
  1. Pewarna K.10 (Rhodamin) dan Merah K.3
Pewarna K.10 (Rhodamin) dan Merah K.3 merupakan zat warna sintetis yang sering digunakan sebagai zat warna pada kertas, tekstil dan tinta. Zat warna ini merupakan zat Karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kerusakan hati. Merah K.10 (Rhodamin B) dan Merah K.3 (CI Pigment Red 53 : D&C Red No. 8 : 15585). Penggunaan zat warna ini dalam kosmetik dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik penyebab kerusakan pada hati. Asam retinoat bekerja mengelupas kulit dan dapat membuat kulit terasa seperti terbakar. Contoh zat berbahaya lain yang tak seharusnya terkandung dalam kosmetik adalah tretinoin dan diethylen Glycol (DEG). Tretinoin / Retinoic Acid / Asam Retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan Teratogenik (cacat pada janin).

 3. Peraturan Menteri Kesehatan
 Pada tanggal 26 November 2008 BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Republik Indonesia mengeluarkan peringatan atau public warning kepada masyarakat Indonesia mengenai adanya 27 produk kosmetik yang menggunakan bahan berbahaya serta zat warna yang dilarang.
Berikut ini daftar 27 merk kosmetik yang dilarang peredarannya oleh BPOM :
  1. DOCTOR KAYAMA Whitening Day Cream, CV. Estetika Karya Pratama, Jakarta, mengandung Merkuri.
  2. DOCTOR KAYAMA Whitening Night Cream, CV. Estetika Karya Pratama, Jakarta, mengandung Merkuri.
  3. MRC Putri Salju Cream, CV. Ngongoh Kosmetik, Bekasi, mengandung Retinoic Acid.
  4. MRC PS Crystal Cream, CV. Ngongoh Kosmetik, Bekasi, mengandung Retinoic Acid.
  5. BLOSSOM Day Cream, mengandung Merkuri
  6. BLOSSOM Night Cream, mengandung Merkuri
  7. Cream Malam, Distributor Lily Cosmetics Yogyakarta, mengandung Merkuri.
  8. Day Cream Vitamin E Herbal PT. Locos Bandung, mengandung Merkuri.
  9. LOCOS Anti Fleck Vit E & Herbal, PT LOCOS bandung, mengandung Merkuri.
  10. Night Cream Vit E Herbal, PT Locos Bandung, mengandung Merkuri
  11. KOSMETIK IBU SARI Cream Siang, mengandung Merkuri.
  12. Krim Malam, mengandung Merkuri.
  13. MEEI YUNG (putih), Ghuang Zhou, mengandung Merkuri.
  14. MEEI YUNG (kuning), Ghuang Zhou, mengandung Merkuri.
  15. NEW RODY Special (putih), Shenzen China, mengandung Merkuri.
  16. NEW RODY Special (kuning), Shenzen China, mengandung Merkuri.
  17. SHEE NA Whitening Pearl Cream, Atlie Cosmetic, Mengandung Merkuri.
  18. AILY CAKE 2 in 1 EYE Shadow “01”, mengandung Merah K.3.
  19. BAOLISI Eye Shadow, Baolishi Group Hongkong, mengandung Rhodamin B.
  20. CAMEO Make Up Kit 3 in 1 Two Way Cake & Multi Eye Shadow & Blush, Tailamei CosmeticIndustrial Company, mengandung Rhodamin B.
  21. CRESSIDA Eye Shadow, mengandung Rhodamin B.
  22. KAI Eye Shadow & Blush On, mengandung Rhodamin B.
  23. MEIXUE YIZU Eye Shadow, Meixue Cosmetic Co. Ltd, mengandung Merah K.10.
  24. NUOBEIER Blusher, Taizhou Zhongcun Tianyuan, mengandung merah K.3.
  25. NUOBEIER Blush On, mengandung merah K.3
  26. NUOBEIER Pro-Make Up Blusher No.5, Taizhou Zhongcun Tianyuan Daily – Use Chemical Co.Ltd, mengandung Merah K.3
  27. SUTSYU Eye Shadow, Sutsyu Corp Tokyo, mengandung Merah K.3

Hasil pengujian dan investigasi BPOM RI tahun 2007 terhadap kosmetik yang beredar ditemukan sebanyak 27 produk yang mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang yaitu, Merkuri (Hg), Asam Retinoat (Retinoic Acid), Zat Warna Rodhamin (Merah K.10), dan Merah K.3. Penggunaan bahan tersebut dalam kosmetik dapat membahayakan kesehatan dan dilarang penggunaannya sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI NO.445/MENKES/PER/V/1998 tentang Bahan, Zat Warna, Zubstratum, Zat Pengawet dan Tabir Surya pada kosmetik dan keputusan Kepala BPOM NO.HK.00.05.4.1745 tentang kosmetik.

4. Mengetahui Kandungan dalam Kosmetik
Sekarang kita mulai sadar bahwa sebuah kosmetik ternyata tak otomatis cocok untuk semua jenis kulit. Kini kita mulai sadar bahwa sebuah kosmetik ternyata tak otomatis cocok untuk semua jenis kulit. Kosmetik jenis ini belum tentu cocok untuk jenis kulit itu. Selalu tidak cocok karena masing-masing kosmetik mengandung zat yang cocok untuk jenis kulit tertentu.
Kosmetik merupakan sebuah sediaan yang digunakan pada tubuh bagian luar, seperti kulit, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar. Kosmetik berguna untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, mellindungi, dan memelihara tubuh.
Biasanya sebuah kosmetik mengandung Vitamin C, alpha Hidroxy Acid (AHA), Beta Hydroxy Acid (BHA), Asam Lipoat Alpha (ALA), Ceramin-L-Carnitine, NTP Complex (DMAE), Phosphatidyl Choline (PPC), Ferulic Acid, Retinol, Hyalurunic Acid, dan Niacinamide. Masing-masing kandungan ini punya manfaat yang besar terhadap kesehatan dan kecantikan kulit. Vitamin C baik untuk semua jenis kulit. Vitamin C dapat menetralkan radikal bebas yang terbentuk ketika kulit terekspos sinar matahari, polusi, asap rokok, dan lainnya.
Kandungan Vitamin C dalam kosmetik:

a. Alpha Hidroxy Acid (AHA)
Alpha Hidroxy Acid (AHA) dapat meluruhkan kulit mati pada permukaan kulit, sehingga produksi kulit baru menjadi lebih cepat. Kulit akan tampak lebih cerah halus.

            b.Beta Hydroxy Acid (BHA)
Kandungan lain adalah asam salisilat atau Beta Hydroxy Acid (BHA) baik untuk kulit normal dan kulit berminyak. Asam salisilat dapat menembus sebum (minyak) yang menyumbat pori-pori, membersihkan komedo, dan mengatasi jerawat. Hindari kandungan ini jika Anda memiliki kulit yang kering, sensitif atau alergi terhadap aspirin.
c. Asam Lipoat Alpha (ALA)
Asam lipoat Alpha disebut sebagai antioksidan universal karena larut dalam air maupun  lemak dan 400 kali lebih kuat daripada kombinasi vitamin C dan E. ALA dapat mengurangi lingkaran dan bengkak di bawah mata, mengubah rona wajah yang kusam, lembek, dan pucat menjadi bercahaya, mengecilkan pori-pori yang membesar, melembutkan kulit, mencegah dan menyembunyikan luka parut, melindungi kulit dari serangan radikal bebas, dan mencegah berkembangnya masalah-masalah peradangan.
d. Ceramin
 Cermin bermanfaat meningkatkan kadar kelembapan kulit, sehingga kulit lebih kenyal dan garis-garis halus pada wajah menjadi lebih samar.
 Kandungan idebenone yang dikenal dengan ubiquinone, coenzyme Q-10, baik untuk semua jenis kulit. Bermanfaat untuk melindungi kulit dari sinar matahari dan mencegah iritasi serta penuaan dini.
e. L-Carnitine
L-Carnitine bermanfaat untuk mencegah kerusakan akibat radikal bebas.
Kinetin mempertahankan kadar kelembapan, sebagai antioksidan, mencerahkan, dan meratakan warna kulit. Sifatnya lembut, sehingga kecil kemungkinan timbul iritasi. NTP Complex (DMAE) bermanfaat menjaga kekencangan wajah dan leher dan mengurangi garis-garis dan kerutan.
f. Phosphatidyl Choline (PPC)
Phosphatidyl Choline  berfungsi sebagai emolien (pelembut) alami, anti peradangan yang ampuh dan membantu menyembuhkan kulit kering, pecah-pecah, dan meradang.
 g.TitaniumdioxideParsol
Titaniumdioxide Parsol bekerja sebagai tabir surya sehingga melindungi kulit dari sinar ultraviolet A dan B yang merupakan faktor pengganggu kecantikan kulit seperti penuaan dini, pengeringan kulit, dan menggelapkan warna kulit.

            h. Ferulic Acid
Ferulic acid atau yang disebut dengan 4-hydroxy-3-methoxycinnamic acid baik untuk kulit kering dan kulit normal. Manfaatnya adalah melindungi kulit dari sinar matahari dan meningkatkan kemampuan kulit untuk menetralisir radikal bebas.
i. Retinol Acid
Retinoic acid atau retinyl palmitate bagus untuk kulit normal dan kulit berminyak karena bermanfaat untuk menghindari kerusakan kulit akibat sengatan sinar matahari, menyembuhkan jerawat, dan melindungi kulit dari proses penuaan dini. Hindari retinol jika jenis kulit Anda sensitif dan Anda memiliki masalah kulit seperti peradangan pada kulit dan eksim.
j. Hyaluronate Acid
Hyaluronate Acid atau natrium hyaluronate baik untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering. Hyalurunic acid bermanfaat untuk melindungi kulit dari proses penuaan dini. Hindari kandungan ini jika Anda tinggal di iklim dengan kelembapan rendah. Kandungannya tidak dapat bekerja dengan baik karena tidak bisa menyebabkan dehidrasi pada kulit.

k. Niacinamide
Niacinamide, dikenal sebagai nikotinomid, baik digunakan untuk melindungi kulit dari masalah kulit seperti kerusakan, iritasi, dan penuaan kulit. Niacinamide bekerja dengan menstimulasi sirkulasi dan mencegah hilangnya air pada kulit. Hasilnya, kulit menjadi lebih sehat,muda,danberseri.
Kosmetik sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit. Misalnya, untuk kulit berminyak dan berjerawat bisa digunakan kosmetik berbahan dasar gel. Remaja paling rentan terkontaminasi zat kimia kosmetika penyebab jerawat. Mayoritas jerawat timbul akibat pengaruh bahan komedogenik yang terkandung dalam kosmetika. Banyak wanita yang tidak mempunyai riwayat jerawat dapat terkena penyakit ini akibat mengoleskan make up dan produk perawatan kulit yang bersifat komedogenik. Wanita usia remaja atau sekitar 20 tahun adalah kelompok yang paling rentan dan paling berisiko terpengaruh bahan komedogenik. Reaksi terhadap bahan kimia itu yang kemudian memicu tumbuhnya jerawat.
Di samping mengetahui jenis-jenis bahan berbahaya dalam kosmetik, juga memerlukan langkah efektif dalam memilihnya. Pertama, pilihlah produk yang terdaftar di pemerintah. Hal itu bisa dilihat dari tanda apakah produk tersebut sudah ada nomor kode dari Depkes. Jika produk tersebut sudah terdaftar di Badan POM, maka kodenya adalah “CD” untuk kosmetik dalam negeri dan “CL” untuk kosmetik luar. Kedua, pilihlah produk yang diawasi tim medis/dokter. Ada banyak produk yang dalam pengolahannya di bawah pengawasan dokter ahli, termasuk produk-produk kosmetika buatan dalam negeri. Ketiga, gunakan produk kosmetika atas anjuran dokter, terutama dokter yang ahli dalam kulit dan kosmetika. Untuk mengobati kecemasan Anda bawalah kosmetika itu ke apoteker atau dokter kulit, tanyakan apakah produk tersebut aman untuk jenis kulit Anda. Tidak ada salahnya jika sesekali Anda mendatangi LP POM untuk menanyakan produk mana yang sudah aman dan mana yang tidak.


5. Zat Kimia pada Kosmetik Mengganggu Perkembangan Remaja
 Peringatan bagi Anda yang memiliki putri atau adik perempuan. Hati-hati dengan produk-produk kecantikan seperti cat kuku, lotion dan shampo yang digunakannya. Zat kimia yang ditemukan dalam produk-produk tersebut ternyata dapat memicu pubertas awal pada anak perempuan dan menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar terhadap penyakit kanker dan diabetes.
Tiga zat seperti phenols, phthalates dan phytoestrogen yang ditemukan pada parfum, lotion dan shampo, diklaim dapat membahayakan tubuh dengan mengganggu hormon anak perempuan.
Dr Maria Wolff, seorang ahli onkologi di Mount Sinai School of Medicine, New York, mengatakan: "Penelitian telah menunjukkan bahwa perkembangan pubertas awal pada anak perempuan dapat memiliki dampak sosial dan medis yang merugikan, termasuk menyebabkan kanker dan diabetes di kemudian hari ".
Hasil ini diketahui setelah tim peneliti melakukan riset tentang efek dari tiga senyawa tersebut, dengan melibatkan 1.151 remaja putri berusia 6-8 tahun di New York City, Cincinnati dan California utara. Dalam tes urin yang dilakukan pada remaja putri, ditemukan tiga jenis zat kimia yang sering terdapat dalam produk kosmetik, yakni phenols, phthalates dan phytoestrogen.
Zat kimia ini akan menambah daya tahan cat kuku dan memberi tambahan aroma pada parfum, lotion, dan shampo. Beberapa juga digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas plastik seperti PVC, dan sebagai pelapis pada obat-obatan dan suplemen gizi. Phthalates sendiri dilarang penggunaannya untuk bahan kosmetik di Eropa tetapi diizinkan di Amerika Serikat.
Dalam kadar tinggi, pthalates dan phytoestrogens berhubungan erat dengan pertumbuhan dini payudara. Tapi phthalates yang ditemukan dalam produk personal seperti lotion dan sampo, khususnya yang memberikan keharuman bisa menyebabkan payudara berkembang lebih dini dan menyebabkan rambut kemaluan lebih cepat tumbuh. Zat-zat ini juga sering digunakan dalam produk bangunan dan tube plastik, yang dihubungkan dengan keterlambatan pubertas.
Ada periode tertentu yang penting bagi pertumbuhan kelenjar susu, dan paparan bahan kimia ini dapat mempengaruhi resiko kanker payudara di masa dewasa. Pola makan juga mungkin ada hubungannya dan memiliki dampak. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa kuat hubungan zat kimia dengan masalah pertumbuhan ini," ungkap Dr Maria.
Konsisten dengan penelitian sebelumnya, para peneliti juga menemukan bahwa BMI (indeks massa tubuh) memainkan peranan dalam masa pubertas. Sekitar sepertiga anak perempuan dianggap kelebihan berat badan, yang juga merupakan indikator perkembangan payudara dini. Akibatnya, beberapa zat kimia memiliki asosiasi berbeda pada anak perempuan yang gemuk dan yang tidak gemuk. Karena itu para peneliti terus mengkaji dampak pola makan pada pengembangan pubertas dan risiko kanker payudara.

6. Ancaman Bahan Kimia pada Kosmetik
Kosmetik atau produk kecantikan yang setiap hari kita gunakan mengandung berbagai macam bahan kimia. Meskipun selama ini tidak muncul masalah saat Anda menggunakannya, bukan berarti bahan kimia tersebut tidak berbahaya.
Kenali risiko dari bahan kimia yang terdapat pada kosmetik Anda. Jangan sampai dikemudian hari timbul masalah kesehatan akibat dari penggunaan kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya.
1. Shampo
Jumlah bahan kimia: 15
Yang paling mengkhawatirkan : sodium lauryl sulphate, tetrasodium dan propylene glycol
Risiko: iritasi kulit, dan kerusakan pada mata

2. Hairspray
Jumlah bahan kimia : 11
Yang paling mengkhawatirkan : octinoxate, isophthalates
Risiko : iritasi mata, mengganggu keseimbangan hormon dan perubahan struktur sel

3. Perona mata (eyeshadow)
Jumlah bahan kimia: 26
Yang paling mengkhawatirkan : polythylene thrphthalate
Risiko : kemandulan, kanker, dan menggangu keseimbangan hormon

4. Perona pipi (Blush on)
Jumlah bahan kimia: 16
Yang paling mengkhawatirkan: ethylparaben, methylparapen, prophylparaben
Risiko: iritasi dan menggangu keseimbangan hormon

5. Perona bibir (lipstik)

Jumlah bahan kimia: 33
Yang paling mengkhawatirkan : polymenthyl methacrylate
Risiko: alergi dan kanker

6. Alas bedak (foundation)
Jumlah bahan kimia: 24
Yang paling mengkhawatirkan: polymenthyl methacrylate
Risiko: menurunkan sistem imunitas, alergi dan kanker

7. Deodorant

Jumlah bahan kimia: 15
Yang paling mengkhawatirkan : isoprophyl myristate
Risiko: iritasi kulit, sakit kepala dan masalah pernafasan



8. Body lotion
Jumlah bahan kimia: 32
Yang paling mengkhawatirkan: ethylparaben, methylparapen, prophylparaben, polyethylene glycol (yang juga bahan pada pembersih lantai)
Risiko: iritasi kulit dan mengganggi keseimbangan hormon

9. Parfum
Jumlah bahan kimia: 250
Yang paling mengkhawatirkan: benzaldehyde
Risiko: kerusakan ginjal dan iritasi pada mata, tenggorokan dan mulut

10. Pewarna kuku (kuteks)
Jumlah bahan kimia: 31
Yang paling mengkhawatirkan : phthlates
Risiko: kemandulan dan masalah pada kehamilan











PENUTUP

Hati-hatilah dalam memilih kosmetik. Sebaiknya baca dulu bahan-bahan yang digunakan dan tanggal kadaluarsa pada label pembungkus kosmetik. Dan perlu diingat bagi para wanita, bahwa kecantikan seorang wanita bukan dinilai dari wajah yang putih mulus, cantik dengan kelopak mata dan bibirnya yang berwarna-warni. Akan tetapi, yang diperlukan bagi seorang wanita adalah akhlaqul karimah (bagaimana ia bertigkah laku dimasyarakat), beriman dan sering mengerjakan amal soleh serta memiliki hati yang baik. Lagi pula Allah SWT menciptakan makhluknya dengan sebaik-baik mungkin.
Semoga info ini membuat kita lebih mengenal zat kimia yang menjadi komposisi pembuatan kosmetik yang sering anda gunakan. Jika kita tidak ingin kesehatan kita terganggu, maka kita harus Teliti sebelum membeli.
















DAFTAR PUSTAKA


1 komentar:

Bagaimana dengan Wardah termasuk kosmetik berbahaya tidak????????

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites